Sejumlah ‘Kampung Narkoba’ Menangi Lomba Antinarkoba

Sejumlah kampung yang beberapa tahun terakhir ini lekat dengan sebutan ”kampung narkoba” di Jakarta, karena seringnya terjadi penyalahgunaan barang terlarang itu, tampil sebagai pemenang dalam Lomba Gerakan Antinarkoba yang digelar BNN.

Pengumuman pemenang lomba bertemakan Kampung Kite Bersih Narkoba itu digelar di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (20/12).

RW 03 Kampung Johar, Kelurahan Galur, Jakarta Pusat, berhasil meraih juara pertama karena dinilai berhasil melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan narkoba di di wilayah yang sering terjadi transaksi narkoba dan tawuran itu.

Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN ) dalam penjelasan tertulisnya, juri dari BNN sangat terkesan upaya warga yang menggelar senam antinarkoba yang diikuti oleh para remaja dan kesenian khas Betawi sebagai sarana kampanye bahaya narkoba.

Juara kedua diraih oleh RW 05 Kelurahan Pasar Manggis, Jakarta Selatan, karena menggelar pengajian dan diskusi dua kali dalam sebulan untuk menjaga warganya dari bahaya narkoba.

Warga juga mengadakan bimbingan, konseling, dan pendampingan kepada semua masyarakat dan membentuk jaringan tidak saja dengan BNN, tapi juga dengan Dinas Kesehatan serta Muspida setempat.

Juara ketiga diraih oleh RW 07 Kelurahan Kebun Pala, Jakarta Timur, yang pernah dapat julukan ”tenda biru” (pasar narkoba) karena intensitas transaksi sering terjadi di wilayah ini.

Seluruh warga telah membuat kesepakatan untuk memberantas narkoba di RW 07 bahkan mendirikan pos penanggulangan narkoba di daerah itu.

Selain itu, BNN juga memilih tiga kampung sebagai juara harapan pertama yakni RW 02 Kelurahan Pejagalan Timur, Jakarta Timur, juara harapan kedua RW 03 Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Jakarta Pusat, dan RW 06 Kelurahan Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara.

BNN juga memilih 14 kampung di Jakarta sebagai kampung bersih narkoba.

Salah satu kampung yang dinyatakan bersih narkoba adalah Kampung Permata, di RW 07 Kelurahan Kaliangke, Jakarta Barat atau yang dikenal dengan sebutan Kampung Ambon yang dulu sering dirazia Polda Metro Jaya.

Kampung Ambon telah lama dikenal sebagai kampung narkoba, bahkan polisi pun tidak berani masuk sendirian ke dalam kampung itu.

Kini, warga sekitar berupaya untuk memerangi narkoba di kampung ini kendati membutuhkan kerja ekstrakeras dengan mengembangan seni dan olahraga di kalangan remaja.

Kampung ini telah berdiri pos polisi sehingga sudah tidak terjadi lagi sebutan sebagai daerah “tanpa hukum”.

Kepala Pusat Pencegahan BNN Anang Iskandar mengatakan, BNN sangat mengapresiasi semua usaha dan upaya warga Jakarta dalam memerangi bahaya narkoba.

“Banyak hal yang dapat diambil dari penyelenggaraan lomba kali ini,” kata Anang.

Dalam lomba itu, BNN menilai kreativitas, kerja sama, dan upaya memerangi narkoba oleh warga termasuk membangun komitmen untuk menyelematkan generasi muda.

Lomba itu diikuti sekitar 2.000 RW di Jakarta dan telah berlangsung sejak tiga bulan lalu.

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: